Gudang Garam Di Buku Tokyo Vice

Jika anda suka hal-hal yang berbau Jepang, anda harus membaca buku Tokyo Vice oleh Jake Adelstein. Buku ini bercerita tentang pengalaman Jake menjadi orang Amerika pertama yang bekerja sebagai reporter di koran terbesar Jepang, Yomiuri Shinbun. Awal buku ini dimulai dengan pengalaman Jake mendapatkan kerja sebagai reporter Yomiuri, dijamin banyak bagian-bagian yang lucu. Tapi yang ringan hanya sampai situ, ceritanya berlanjut semakin serius, dan pada akhirnya Jake terlibat masalah dengan kelompok Yakuza terbesar di Jepang.

Buku ini sangat seru, dan sangat disarankan untuk dibaca para Japanesia.

Nah, yang lebih menarik lagi... ternyata Jake Adelstein adalah perokok berat. Brand kesukaan dia? Gudang Garam.

Ya, Gudang Garam dari Indonesia. Seperti ditulis di halaman 2 buku ini (halaman 2 bagian dari bab pembukaan yang berisi sebuah flash forward waktu Jake berurusan dengan pihak Yakuza terbesar).

P1180681

"I pulled a pack of Gudang Garam, Indonesian clove cigarettes out of my suit jacket."

Gudang Garam, atau rokok cengkeh (clove cigarettes), ini disebut beberapa kali di buku ini.

Dan bukan cuma Gudang Garam, Bali juga disebut-sebut di bagian agak belakang.

P1170605

Sampul depan buku nya seperti ini.

P1180680

Tokyo Vice, baca ya!

Tintin Pernah Mampir Di Jakarta

... tapi waktu Jakarta masih dieja Djakarta, dan Kemayoran masih Kemajoran.

Di buku Flight 714 (diterjemahkan jadi Penerbangan 714 di edisi Indonesia nya), Tintin beserta Snowy, Kapten Haddock, dan Profesor Calculus, terbang dengan Qantas dari London, Inggris, ke Sydney, Australia, dengan transit di bandara Kemayoran, Jakarta, Indonesia.

Dulu saya berpikir bahwa setting ceritanya diganti menjadi Indonesia (Jakarta, Kemayoran, dan nama2 pulau di Indonesia), karena kalau tidak salah ingat, dulu memang ada beberapa buku yang mengganti nama2 tempat di luar negeri dengan nama2 tempat di Indonesia. Setelah membaca petualangan Tintin yang satu ini dalam bahasa Inggris, akhirnya saya baru ngeh bahwa ternyata setting utama Flight 714 ya memang di Indonesia. Mendadak bangga! :D

Inilah halaman pertama nya...

Img_1639
Kalau kita lihat dari dekat, diceritakan bahwa sebuah pesawat Qantas Boeing 707 dari London mendarat di bandara Kemayoran, di pulau Jawa, perhentian terakhir sebelum Sydney, Australia. Saya penasaran kenapa tidak disebutkan Jakarta, Indonesia. Apakah ada yang tau?

Img_1644

Di sini Kapten Haddock berusaha meyakinkan Profesor Calculus (yang pendengarannya agak2 kacau) bahwa mereka mendarat di Jakarta.

Img_1640

Yang tahu Profesor Calculus seperti apa, pasti langsung mengerti kenapa yang dibawah ini teramat sangat kocak nan lucu.

Img_1645

Nah, di sini kita bisa melihat bagaimana Herge menggambarkan penduduk pulau Jawa (lihat tanda panah2 merah nya).

Img_1648

Tanpa memberikan spoiler ceritanya, setting utama buku ini adalah tempat fiksi yang bernama Pulau-pulau Bompa (harusnya Kepulauan Bompa kali ya?) yang secara geografis disebutkan terletak di daerah Laut Sulawesi.

Img_1650

Nah, Makasar juga disebut disini, sayang fotonya buram karena saya terburu2 waktu diam2 mencuri foto di toko buku Reader's Feast.

Img_1657

Menarik bukan?

 

Menonton TVRI Di TV Australia

Kemarin sarapan pagi, ditemani sepotong roti, dan TVRI. Lho, jadi pantun seperti Mas Menteri Tifatul Sembiring.

P45

Ternyata siaran berita nasional TVRI di Australia sekarang ini ditayangkan jam 6.30 pagi, yang biasanya saya masih tidur nyenyak, apalagi kalau masih musim dingin.

Satu hal yang masih sama dari tahun 80an, cara baca beritanya masih sama jadul. Satu reporter baca setengah beritanya, lalu dilanjutkan reporter satunya. Nada bacanya juga masih sama jadul persis :).

Di Australia, TVRI ditayangkan oleh stasiun televisi SBS, favorit saya karena acaranya berbobot dan beragam (tm).

Photo_apr_12_1_21_08_pm